Dalam Islam ada yang di sebut dengan istilah Syariat, Thorikot, Ma'rifat dan Hakikat. yang empat ini merupakan ringkasan dari semua ilmu, yakni ringkasan dari ilmu lahiriyah dan ilmu bathiniyah. ketika ilmu lahiriyah memiliki 12 macam, ilmu bathiniah juga demikian, kemudian dibagi untuk golongan Awam, golongan Khawas dan golongan Khawasil khawas; sesuai dengan kemampuannya.
Semua ilmu teringkas dalam empat macam, pertama Syariat lahiriah disebut ilmu syariat seperti perintah dan larangan serta hukum-hukum lainnya. kedua syariat bathiniyah disebut ilmu thorikoh, ketiga thorikoh bathiniyah disebut ilmu ma'rifat, keempat bathiniyah batin disebut ilmu hakikat. keempat ilmu tersebut harus dikuasai, sebagaimana Rosululloh telah bersabda.
الشريعة شجرة , والطريقة أغصانها , والمعرفة أوراقها , والحقيقة أثمارها
Syariat bagaikan pohon, tarekat bagaikan cabangnya, ma'rifat bagaikan daunnya dan hakikat bagaikan buahnya.
Dalam kitab kifayatul atqiya ditegaskan bahwa, syariat adalah sebuah bentuk keta'atan yakni melaksanakan semua perintah-Nya dan menjauhi ssemua larangan-Nya. Syaikh Zainudin Al-maribari menganalogikan Syariat dalam nadzoman berikut;
فشريعة كسفينة وطريقة كا البحر ثم حقيقة در غلا
Syariat itu bagaikan kapal, tarekat bagaikan lautan sedangkan hakikat bagaikan mutiara . Sariat di ibaratkan sebagai kapal karena ia yang akan menghantarkan seseorang ke tempat tujuan. dan tarekat diibaratkan sebagai lautan karena ia menyimpan mutiara yang dituju, sedangkan hakikat diibaratkan sebagai mutiaranya yang tersimpan di lautan itu.
seseorang hanya akan bisa menghasilkan mutiara (hakikat) setelah orang tersebut sampai ke lautan (tarekat) yang menyimpan mutiara. dan orang tersebut tidak akan bisa sampai dilautan (tarekat) itu terkecuali dengan menggunakan kapal (syariat).
قال الشيخ على بن الهينى رضي الله عنه الشريعة ما ورد به التكليف والحقيقة ما حصل به التعريف. فالشريعة مؤيدة بالحقيقة والحقيقة مقيدة بالشريعة. والشريعة وجود الأفعال لله والقيام بشروط العلم بواسطة الرسل والحقيقة شهود الأفعال بالله تعالى والاستسلام لغلبات الحكم بتقدير لا بواسطة
Berkata Syaikh Ali bin Alhaini ra; Syariat adalah hukum-hukum yang dibebankan kepada orang yang mukalap (baligh dan berakal), sedangkan hakikat adalah perjalanan ruhani yang menjadikan seseorang jadi makrifat kepada Allah. Syariat itu memperkuat hakikat, sedangkan hakikat itu dibatasi oleh syariat. Syariat adalah wujudnya perbuatan-perbuatan yang dikerjakan untuk Allah Swt memenuhi Syarat-syarat ilmu yang dibawa oleh para Rosul. sedangkan hakikat adalah penyaksian bahwa semua pekertjaan itu diciptakan oleh Alloh Swt serta pasrah atas semuanya.
Comments
Post a Comment