Skip to main content

Induk Penyakit Hati

 Hati adalah pusat kehidupan seseorang, sebagaimana sabda Rosululloh Saw

الا أن في الجساد مضغة إذا صلحت صلح الجساد كله وإذا فسدت فسد الجساد كله ألا وهي القلب

Ingatlah, Sesungguhnya di dalam jasad ada segumpal daging, bila ia baik maka baiklah seluruh jasad, dan bila ia rusak maka rusaklah seluruh jasad, Ingat, itulah Hati.

Dari hadits di atas kita tahu bahwa kehidupan manusia baik atau buruknya tergantung keadaan hatinya, karena itu jagalah hati janga sampai ternodai oleh sifat-sifat yang akan membuatnya menjadi rusak, kotor dan gelap. sehingga yang akhirnya menjadikan hati buta

Sebagian Ulama Ahli hikmah menyebutkan bahwa: Induk segala kesalahn yang terdapat dalam hati  ada tiga yaitu 

1. Takabur (sombong), 

Takabur atau sombong pada mulanya berasal dari iblis ketika dia diperintah untuk bersujud kepada Adam Namun dia menolak karena merasa dirinya lebih mulia dari manusia, Sehingga akhirnya Iblis diusir dari Syurga secara hina dan akan dilaknat sepanjang masa. Iblispun yang sudah menjadi penghuni syurga dikeluarkan lagi karena kesobongannya, Apalagi kita yang bukan penghuninya dan bahkan  belum pernah masuk samasekali. Rosululloh Saw bersabda;

لا يدخل الجنة من كان في قلبه مثقال ذرة من كبر

Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat sifat sombong meski sekecil biji sawi.

2. Alhirsu (rakus) dan 

Rakus pada mulanya berasal dari  Nabi Adam As, Saat Beliau berada disurga dikatakan kepadanya. Diperbolehkan semua isi surga ini untukmu kecuali pohon ini, namun karena Beliau rakus akhirnya Buah pohon yang dilarangpun dia makan juga, sehingga Beliaupun dikeluarkan dari syurga. Nabi adampun yang sudah ditetapkan menjadi penghuni syurga diusir dan dikeluarkan darinya karena sifat rakus. Apalagi orang yang bukan penghuninya dab belum pernah memasukinya.

3. Hasad (dengki) 

Sifat hasad pada mulanya berasal dari Qobil, Disaat dia membunuh saudaranya yang bernama habil, maka dia menjadi kafir disebabkan sifat hasad (dengki) yang dimilikinya.

Comments

Popular posts from this blog

Keutamaan Mencari ilmu dan mengamalkannya

Pada kesempatan kali ini Admin akan memaparkan tentang keutamaan mencari ilmu dan mengamalkannya, Namun sebelumnya mimin akan memaparkan dulu tentang definisi dari kata ilmu. Secara global ilmu didefinisikan dengan dua definisi yaitu definisi menurut bahasa dan definisi menurut istilah. Secara bahasa Ilmu berasal dari bahasa arab (علم)yang artinya peengetahuan pengertian tersebut merupakan pengertian menurut bahasa. Sedangkan ilmu menurut istilah Para ulama berbeda cara dalam  mendefinisikannya, diantara perbedannya adalah sebagai berikut: Pertama definisi ilmu adalah  الإدرك artinya ilmu adalah sekadar mengetahui sesuatu, yang dimaksud الإدرك adalah وصول النفس إلى تمام المعنى sampainya hati dalam memahami makna yang sempurna. atau وصول النفس إلى المعنى بتمامه artinya Sampainya hati dalam memahami kesempurnaan makna. jika ilmu didefinisikan dengan definisi tersebut maka menurut Ulama Ahli makulat ilmu termasuk makulat Fa'lu Kedua definisi ilmu adalah الملكة artinya Melekat, ar...

Shigot dan Faidah membaca Sholawat Ibrohimiyah

SHOLAWAT PERTAMA SHOLAWAT IBROHIMIYAH Sholawat Ibrohimiah adalah Shighot Sholawat yang paling sempurna dikarenakan ma’tsur dari Rosulullah Saw, dan hadits tentang sholawat ini adalah hadits sohih seperti yang telah diriwayatkan oleh imam malik dalam kitab Muathonya, dan oleh imam Bukhori dan muslim dalam Sohihnya, dan oleh imam Abu dawud, Athirmidzi dan Annasai. Semua ulama sepakat tentang kesohihannya. Shigot sholawat yang terdapat dalam hadits adalah tanpa Assayadah ( سَيِّدِنَا ). Seperti berikut: للَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كما صَلَّيْتَ عَلَى إبْرَاهِيمَ وعلى آلِ إبْراهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كما بَاركْتَ عَلَى إبْرَاهِيمَ وَعَلَى آل إبراهيم في العالَمِينَ إنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ Imam Asyamsu Romli telah berpendapat dalam kitab Syarah Minhaj bahwa yang paling utama dan paling beradab ketika bersholawat adalah dengan menambah Assayadah ( سَيِّدِنَا ) sebelum lafadz muhammad. Memakai lafadz sayidina ketika bersholawat itu ...