Lailatul qodar adalah malam yang di istimewakan dan dikhususkan oleh Alloh Swt bagi Nabi Muhammad Saw dan Ummatnya ini merupakan tanda sayangnya Allah pada Baginda Nabi serta Ummatnya. Beribadah satu malam di malam Lailatur qodar lebih baik daripada beribadah Seribu bulan.
Alasan Malam tersebut disebut Lailatul Qodar karena pada malam itulah Allah Swt Menakdirkan semua ketentuan yang berkaitan dengan makhluk, seperti ajalnya, rizkinya dan lain-lain yang akan terjadi pada tahun itu.
Adapun asal muasalnya adanya lailatul qodar adalah keika Baginda Nabi Sedang duduk bersama para sahabat, Beliaw menceritakan bahwa Malaikat jibril telah menceritakan padanya; Ada seorang hamba yang bernama Sam'un Alghazi, dia memerangi orang kafir selama seribu bulan, senjata yang digunakannya adalah pedang yang terbuat dari tulang unta, pedang ini memiliki banyak keajaiban, setiap kali dia menghantamkan pedang tersebut kepada orang-orang kafir maka terbunuhlan mereka dengan jumlah yang tak terhitung, Setiap kali dia kehausan keluarlah air tawar dari sela-sela giginya sampai dia dapat meminumnya, dan setiap kali dia merasakan lapar munculah makanan darinya sampai dia memakannya, hal tersebut terjadi dimasa hidupnya selama seribu bulan, dengan kata lain delapan puluh tiga tahun empat bulan.
Selama itu beliau berjuang sendiri dalam menegakan Tauhid, selama dalam perjuangannya beliau tidak pernah kalah, sampai semua orang kapir mengatur siasat untuk dapat mengalahkannya. dari hasil musyawaroh mereka punya ide yaitu dengan membujuk istrinya sam'un. dengan dialog berikut
mereka berkata pada istrinya; kami akan memberimu kekayaan yang melimpah jika kamu berhasil membunuh suamimu,
Istri sam'un menjawab; saya tidak akan mampu membunuhnya,
Mereka berkata; kami akan memberimu pengikat yang sangat kuat, ikatlah kedua tangan dan kakinya dengan ikatan yang kuat ketika dia tidur, kemudian kami yang akan membunuhnya.
kemudian istrinya mengikat kedua tangan dan kakinya sam'un saat tidur, maka dia terbangun dari tidurnya dan bertanya, Siapa yang mengikatku? jawab istrinya, sayang yang mengikatmu untuk mengujimu, lalu sam'un menghentakan tangannya dan pengikatpun terputus. kemudian orang-orang kafir datang lagi kepada sang istri dengan membawa rantai, kemudian sang istri mengikat lagi kedua tangan dan kaki suaminya dengan rantau tersebut saat tidur, terbangunlah sam'un dan bertanya; siapa yang mengikatku,? jawab istrinya, aku mengikatmu untuk mengujimu.
Comments
Post a Comment