Skip to main content

Keutamaan Mencari ilmu dan mengamalkannya

Pada kesempatan kali ini Admin akan memaparkan tentang keutamaan mencari ilmu dan mengamalkannya, Namun sebelumnya mimin akan memaparkan dulu tentang definisi dari kata ilmu. Secara global ilmu didefinisikan dengan dua definisi yaitu definisi menurut bahasa dan definisi menurut istilah.

Secara bahasa Ilmu berasal dari bahasa arab (علم)yang artinya peengetahuan pengertian tersebut merupakan pengertian menurut bahasa.

Sedangkan ilmu menurut istilah Para ulama berbeda cara dalam  mendefinisikannya, diantara perbedannya adalah sebagai berikut:

Pertama definisi ilmu adalah  الإدرك artinya ilmu adalah sekadar mengetahui sesuatu, yang dimaksud الإدرك adalah وصول النفس إلى تمام المعنى sampainya hati dalam memahami makna yang sempurna. atau وصول النفس إلى المعنى بتمامه artinya Sampainya hati dalam memahami kesempurnaan makna. jika ilmu didefinisikan dengan definisi tersebut maka menurut Ulama Ahli makulat ilmu termasuk makulat Fa'lu

Kedua definisi ilmu adalah الملكة artinya Melekat, arti الملكة sendiri adalah كيفية راسخة في النفس artinya Pertingkah anu ges tumanceb dina hate, cek istilah sundamah "peureum ka deuleu beunta karasa" dina pada ges melekatna, (keadaan yang sudah melekat dalam hati sehingga sulit untuk terlupakan). kalau ilmu sudah melekat maka tidak ada lagi keraguan sedikitpun tentang sesuatu yang telah diketahuinya. Jika ilmu di definisikan dengan definisi tersebut maka menurut ulama Ahli makulat ilmu termasuk makulat Kaef.

Ketiga definisi ilmu adalah العلم هو حصول صورة الشيء في العقل artinya ilmu adalah Segala sesuatu yang telah tercermin di dalam akal, seperti akal mengetahui kata الصلاة bahwa sholat itu adalah أقوال وأفعال مفتتحة بالتكبير ومختتمة بالتسليم بالشرائط المخصوصة ucapan2 dan perbuatan2 yang di awali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan membaca salam.  jika ilmu didefinisikan dengan definisi ini maka menurut ulama ahli makulat ilmu termasuk makulat Infi'al.

Itulah Tiga definisi Ilmu menurut Istilah, kata Ilmu memiliki arti yang sangat luas sehingga wajar jika definisinya juga  berbeda-beda. Namun yang dimaksud Ilmu dalam postingan ini Adalah ilmu yang sifatnya Fardu 'Aen, yaitu Ilmu pengetahuan yang sangat penting untuk dimiliki dan diamalkan oleh Umat islam seperti Ilmu Fiqih, Ilmu Tauhid, Ilmu Tasawuf dan lain-lain.

Apa Saja Keutamaan Mencari Ilmu dan mengamalkannya...?

Rosulullah Saw telah bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurirah ra. 

من سلك طريقا إلى العلم سلك الله به طريقا لى الجنة وإن العالم يستغفر له من في السموات ومن في الأرض حتى الحيتان في البحر إن العلماء ورثة الأنبياء

Artinya : Barangsiapa yang menempuh di jalan menuju ilmu maka Allah akan memberjalankan dia di jalan menuju surga, Bahwasanya orang yang berilmu akan memintakan ampunan untuknya makhluk yang ada di langit dan di bumi bahkan ikan yang berada di lautan (memintakan ampunan bagi orang Alim) Bahwasanya Ulama itu merupakan pewaris para Nabi.

Untungnya menjadi orang Aalim (orang yang berilmu) adalah dia akan selalu dipintakan ampunan oleh semua makhluk termasuk Malaikat-malaikat yang ada di langit dan di bumi, termasik binatang-binatang yang ada didaratan dan di lautan semuanya memintakan ampunan baginya.

Rosululloh Saw bersabda:

إن الله وملائكته وأهل السموات والأرض حتى نملة في جحرها والحوت في البحر ليصلون على معلم الناس خيرا

Sesungguhnya Allah Swt, Malaikat-Nya serta penduduk langit dan bumi bahkan semut yang berada di sarngnya sampai ikan paus di lautan, mereka akan mendoakan untuk orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia

فضل العالم على العابد كفضلى على أدناكم

keutamaan orang yang berilmu dibandingkan dengan keutamaan ahli ibadah seperti keutamaanku dibandingkan dengan paling rendah diantara kalian

Sebab adanya hadits ini karena ada dua orang disebutkan di sisi Rosululloh yang satu adalah orang ahli ibadah yang satu lagi adalah orang yang berilmu.

خير الدنيا والأخرة مع العلم وشرف النيا والأخرة مع العلم والعالم الواحد أكبر من جهة الفضل عند الله تعالى من ألف شهيد

kebaikan dunia dan akhirat disertai dengan ilmunya, dan kemuliaan dunia dan akhirat disertai dengan ilmunya, seorang Alim (ahli ilmu yang mengamalkan ilmunya) lebih utama dan lebih agung di sisi Allah dibandingkan dengan seribu orang yang mati syahid.

كن عالما أو متعلما أو سامعا ولا تكن رابعا فتهلك, قيل يا رسول الله أي الأعمال أفضل ؟ فقال العلم بالله

Jadilah engkau orang yang berilmu, atau jadilah orang yang mempelajari ilmu, atau jadilah orang yang mendengarkan ilmu, janganlah engkau menjadi yang nomor empat (yaitu tidak berilmu, tidak mau belajar ilmu, dan tidak mau mendengarkan ilmu) maka (nomor empat) ini akan rusak. para sahabat bertanya; yaa Rosulaloh amal apa yang paling utama ? maka beliah menjawab "mengetahui Allah"

Amal sedikit disertai dengan ilmunya akan jauh lebih bermanfaat dibandingakan dengan Amal banyak yang tidak disertai dengan ilmunya, jadi kuwalitas amal ibadah yang kita lakukan itu tergantung kepada ilmu yang kita miliki, semakin ilmu kita banyak maka semakin tinggi kuwalitas amal ibadah kita. semoga kita semua diberi ilmu yang bermanfaat dan mampu mengamalkannya. Aamiin.

Sedangkan kerugian bagi orang yang tidak berilmu adalah semua Amal ibadahnya tertolak, tidak akan diterima oleh Alloh Swt seperti yang di sampaikan dalam Nadzon kitab zubad

وكل من بغير علم يعمل # أعماله مردودة لا تقبل

Artinya: Semua orang yang beramal tidak disertai dengan ilmunya, maka semua amalnya tertolak, tidak akan diterima oleh Allah Swt.


Comments

Popular posts from this blog

Rukun Puasa

Dalam beribadah seperti sholat haji umroh nikah tidak terlepas dari Syarat dan Rukun, begitu juga dengan puasa ada syaratnya juga ada rukunnya, Rukun disebut juga sebagai fardu, dalam artian rukun puasa artinya sama dengan fardu puasa. secara bahasa rukun adalah ما وجب وانقطع sesuatu yang wajib dikerjakan dalam berpuasa namun sifatnya terputus antara satu dengan yang lainnya. Rukun puasa / fardu puasa hanya ada dua yaitu: Pertama Niyat pada malamnya di dalam hati, yaitu setiap malam untuk setiap hari selama bulan romadhon.         Sabda rosululloh Saw  من لم يجمع الصيام قبل الفجر فلا صيام له barang siapa yang tidak niyat puasa pada malamnya sebelum fajar terbit, maka tiada puasa baginya (Riwayat lima orang ahli hadits) Karena tempatnya niyat adalah hati, maka niat puasa juga cukup didalam hati saja, tidak disyaratkan untuk melafalkannya, namun jika niat tersebut di lafalkan itu lebih baik bahkan hukumnya sunah.  Niat tidak cukup hanya dengan makan diw...

Induk Penyakit Hati

 Hati adalah pusat kehidupan seseorang, sebagaimana sabda Rosululloh Saw الا أن في الجساد مضغة إذا صلحت صلح الجساد كله وإذا فسدت فسد الجساد كله ألا وهي القلب I ngatlah, Sesungguhnya di dalam jasad ada segumpal daging, bila ia baik maka baiklah seluruh jasad, dan bila ia rusak maka rusaklah seluruh jasad, Ingat, itulah Hati . Dari hadits di atas kita tahu bahwa kehidupan manusia baik atau buruknya tergantung keadaan hatinya, karena itu jagalah hati janga sampai ternodai oleh sifat-sifat yang akan membuatnya menjadi rusak, kotor dan gelap. sehingga yang akhirnya menjadikan hati buta Sebagian Ulama Ahli hikmah menyebutkan bahwa: Induk segala kesalahn yang terdapat dalam hati  ada tiga yaitu  1. Takabur (sombong),  Takabur atau sombong pada mulanya berasal dari iblis ketika dia diperintah untuk bersujud kepada Adam Namun dia menolak karena merasa dirinya lebih mulia dari manusia, Sehingga akhirnya Iblis diusir dari Syurga secara hina dan akan dilaknat sepanjang masa. Ibl...

Macam-macam penyakit hati dan cara mengobatinya

Penyakit hati adalah hijab-hijab yang menghalangi hati sehingga hati menjadi gelap dan buta.  قال الله تعالى  : ومن كان في هذه أعمى فهو في الأخرة أعمى وأضل سبيلا Allah Swt berfirman; Barang siapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta pula dan lebih tersesat dari jalan (yang benar) (Al-isra 17;  72) Buta yang dimaksud adalah buta hati sebagai mana Allah berfirman فإنها لا تعمى الأبصار ولكن تعمى القلوب التي في الصدور Maka sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, ialah hati yang di dalam dada (Al-haj 22 ; 46) Sebab butanya kolbu adalah terhalang hijab-hijab kegelapan, hijab kegelapan dan lupa disebabkan karena jauhnya diri dari menepati janji pada Allah (di Alam Alastu birobikum ). Adapun sebab kelalaian adalah bodohnya seseorang terhadap hakikat ilahiyah. kebodohan ini muncul karena sifat-sifat kegelapan seperti sifat sombong, dendam, dengki, kikir, ujub, ghibah, namimah (Mengadu domba) bohong dan sifat-sifat tercela lainnya. ini...